Pengalaman KKN Tematik Untirta Tahun 2022

Pengalaman ini ditulis sebagai upaya mengungkapkan ekspresi, sekaligus memberikan informasi kepada teman-teman yang hendak mengikuti KKM/KKN

Halo semuanya, rasanya udah lama banget gue gak update artikel di web ini, dibilang sibuk sih enggak juga sih, cuma memang entah kenapa belakangan ini pikiran gue ruwet banget, bahkan sekedar menulis pendahuluan karya ilmiah yang biasanya sat-set-sat-set aja tersendat.

KKM Tematik Untirta Kelompok 76

Oke jadi langsung aja masuk ke ceritanya, sebetulnya sewaktu mendaftar gak banyak yang gue persiapin, bahkan gue baru packing H-1 sebelum gue berangkat. Sebetulnya gue agak dilema, karena biar bagaimana pun Kuliah Kerja Mahasiswa ini butuh biaya yang tidak sedikit, belum lagi harus rela mengikhlaskan sisa waktu libur semester, tapi karena kenekatan gue akhirnya gue tetap berangkat.

Pengalaman KKM Tematik Untirta Gelombang Pertama Tahun 2022

Gue berangkat dari rumah ke kampus sekitar 3 jam perjalanan, dan gue turun tepat di halte untirta, karena memang sudah ada janji dengan anggota kelompok lainnya.

Oh iya sistem pembagian kelompok KKM Tematik Untirta Gelombang 1 ini menurut sebagian orang mengecewakan, karena banyak yang mendapatkan kelompok yang jauh dari domisili,

Sementara gue sebagai mahasiswa yang merantau dari jakarta sih, fine-fine aja, dan ditempatkan dimanapun siap, malah gue sempat ingin lokasi KKMnya benar benar di pelosok.

Tapi apalah daya, kelompok gue, yakni kelompok 76, berlokasi di Desa Mekarwangi, Kecamatan Saketi, sekitar 40 menit dari alun-alun Pandeglang. Dibilang pelosok sih enggak juga, karena jaringan Three disana masih bisa buat ngirim pesan, walau agak pending. 

Gue sendiri entah kenapa dipilih sebagai ketua kelompok, sistem pemilihannya pun random banget, dan padahal ada 2 orang warga lokal sana, akan tetapi enggan untuk menjadi ketua kelompok dengan berbagai macam alasan.

Artikel ini tidak akan spesifik mencertitakan dari hari ke hari, dan hanya mengambil momen-momen tertentu aja.

Berangkat

Pagi itu setelah semua kumpul di halte untirta, kita semua bersepakat untuk naik angkot untuk mencapai lokasi, dan kebetulan juga ada anggota kelompok yang mempunyai kenalan dengan supir angkot disana, jadi biaya perjalanan pun bisa lebih terjangkau. 

Angkot pun berjalan, dan gue merasakan bahwa supir angkot mengendarai mobilnya sangat hati hati, saking hati-hatinya waktu tempuh perjalanan yang seharusnya hanya 1 jam, tapi justru bertambah selama 30 menit. 

First Day

Sekitar pukul 12.00 gue sampai di lokasi, berkenalan sebentar dengan tetangga dan dilanjutkan dengan bersih-bersih rumah.

Sebagai gambaran rumah yang kelompok gue tempati itu tidak terlalu luas untuk ukuran 21 orang yang nantinya tinggal disana, terdapat dua buah kamar, yang tentu saja diperuntukkan buat para kaum hawa, sementara 7 orang laki-laki harus rela tidur ngemper di ruang tamu.

Terdapat sebuah sekat untuk menuju ruang dapur yang agak melebar dan terakhir di paling belakang terdapat kamar mandi dan spot khusus buat teman teman yang ingin bersantai di sofa sambil merokok.

Tanpa buang waktu pun kami bersih-bersih rumah, khususnya kolam penampungan air yang kotornya itu minta ampun. 

First Problem

Wahh di hari ketiga kami disana, gue baru menyadari bahwa belum sempat mengunjungi Rt dan Rw, karena sebelumnya kami hanya mengunjungi tokoh masyarakat, dan hanya mengirim salam melalui beliau untuk disampaikan ke Rt Rw. 

Alhasil ketua Rw setempat pun menyambangi posko dan mengundang kami untuk ke rumahnya. Kami pun menyadari kesalahan kami sekaligus menyadari pula, ternyata ketua Rw setempat orangnya seperti itu, kalau sekali ngomong tuh sulit untuk diputus topiknya.

Tapi di samping itu, beliau adalah orang yang baik, hari-hari setelahnya pun kami sering berbincang dengannya karena selain di kasih kopi, biasanya juga ada cemilan keripik pisang yang disuguhkan. hehehe

Yuk Baca: Suka Duka Kuliah Di Untirta

Program Kerja

Suatu rangkaian kegiatan KKM tanpa sebuah program bukan KKM namanya, tapi sekedar staycation kalau kata anak muda jaman sekarang, termasuk saya di dalamnya hehe. Saya akui program kerja yang kami susun pun tidak semuanya relevan dengan apa yang dibutuhkan masyarakat setempat.

KKM Tematik Untirta Kelompok 76

Karena seharusnya perlu adanya survei lokasi dijauh-jauh hari untuk berinteraksi terlebih dahulu dengan masyarakat sekitar, berbincang dengan tokoh masyarakat dan juga tokoh pemuda dan baru setelah itu bisa memproyeksikan rencana program kerja yang sekiranya relevan.

Tapi karena nasi telah menjadi bubur, apa boleh buat semua harus dipersiapkan dan dikoordinasikan dengan kepala desa dan juga tokoh masyarakat agar keberlangsungan kegiatan kedepannya bisa berjalan dengan lancar dan meminimlisir miskoordinasi.

Nah buat sobat tweeters yang ingin tau program kerjanya apa saja, nih gue kasih, kita itu mengusung program:

  1. 76 Mengajar
  2. Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini
  3. Sosialisasi Pencegahan Stunting
  4. Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan
  5. Penyuluhan Pembuatan Pupuk Organik
  6. Senam Sehat
  7. Taman Baca Masyarakat
  8. Dan yang terakhir adalah Pengembangan Potensi Pangan Lokal sebagai Peluang Berwirausaha.

KKM Tematik Untirta Kelompok 76

Yaaa kelompok 76 adalah kelompok terniat karena salah satu kelompok dengan program kerja yang banyak, memang kelompok kami terlalu rajin hehe.

Semua pemateri yang dilibatkan dalam program kerja ini, kami datangkan langsung dari dinas terkait, hal ini penting menurut gue, agar hal yang disampaikan pun valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hari Demi Hari Di Desa Mekarwangi

Jujur, menurut pendapat gue pribadi, antara kehadiran kelompok gue dengan masyarakat masih tercipta sebuah gap, kami tinggal di kampung terluar dari Desa Mekarwangi.

Dan jarak antara posko (basecamp) kami ke Kantor Kepala Desa, sekitar 500 m, sementara kendaraan yang tersedia di kelompok kami hanya ada 4.

Jadi bisa dibayangkan lah bagaimana riwehnya setiap kegiatan harus bulak-balik antar jemput.

Terlebih bila cuaca tidak mendukung, kami selalu khawatir bahwa acara akan terhambat dan masyarakat pun akan minim berpartisipasi.

Melaksankan program kerja KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) ini gampang-gampang susah, karena bisa jadi ketika kami mengadakan suatu acara, masyarakat Desa juga sedang sibuk melakukan kegiatannya masing-masing, seperti halnya bertani, ataupun berdagang.

Maka kolaborasi menjadi penting, karena jika kami tidak berkomunikasi dengan karang taruna setempat, maka barang tentu tidak akan berjalan dengan lancar

Malam Sebelum Perpisahan

Hari demi hari kami lewati dan proker demi proker pun tidak terasa selesai, dan masa bakti kuliah kerja mahasisawa di Desa Mekarwangi pun sudah habis. Besok adalah hari ke-30 kami di desa. Malam ini gue selaku ketua kelompok berinisiatif untuk membuat forum khusus yang isinya untuk mengeluarkan unek-unek selama 30 hari ke belakang.

Tentunya malam itu adalah momen yang cukup haru, karena banyak yang berfikir bahwa setelah kelompok ini bubar, akan sulit untuk berkumpul lagi berdua puluh satu orang, dan gue pun mengamini hal tersebut.

Cinta Lokasi

Buat temen-temen yang jomblo tentu megikuti KKM adalah suatu upaya untuk mencari jodoh, makanya tak jarang yang cinta lokasi, gue sendiri sebetulnya tertarik kepada dua orang, dan mungkin sedikit banyaknya orang itu pernah menyadari perasaan gue.

Tapi gue sendiri kurang yakin dengan perasaan gue, bahkan ketika ada satu momen khusus yang direncanakan oleh teman-teman gue, agar dimalam itu gue mengungkapkan perasaan, tapi tetap saja gue urung melakukannya, karena gue menyadari, ini bukanlah rasa yang bisa dikonversi menjadi cinta. Alhasil tidak ada pengungkapan malam itu.

Yuk Baca: Cerpen "Pengagum Jarak: Bayangan yang Setia"

Perpisahan

KKM Tematik Untirta Kelompok 76

Hari perpisahan pun tiba, paginya kami melakukan acara seremonial penutupan KKM di Kantor Desa yang juga dihadiri lengkap oleh Kepala Desa, Rw, Rt dan juga tentunya Dosen Pembibing Lapangan.

Setelah acara tersebut selesai, kami lanjutkan dengan acara makan-makan di depan posko, masyarakat sekitar pun tidak enggan untuk membantu kami memasak. Makanan pun siap dihidangankan tepat pada pukul 14.00.

Setelah acara makan-makan itu selesai, tibalah saatnya jemputan tiba, dan inilah momen terharu sepanjang pelaksanaan KKM, karena kami akan berpisah detik itu juga, yang perempuan saling berpelukan dan meminta maaf, begitupun laki-laki saling berjabat tangan walaupun agak sedikit menjaga image menutupi kesedihan.

Gue sendiri sebenarnya bukan tipikal orang yang menunjukan kesedihan secara langsung, dan gue menahan-nahan supaya air mata gue tidak terjatuh, walaupun sukar, dan begitulah kisah gue selama KKM, mungkin cerita ini tidak lengkap, karena gue berencana mengonversinya ke dalam bentuk karya fiksi (cerita pendek)

Hal yang harus disiapkan sebelum mengikuti KKM/KKN

  • Persiapkan pakaian ganti yang cukup, jangan lupa membawa jaket, kemeja bahkan bila perlu baju batik.
  • Persiapkan biaya operasional, total gue menghabiskan biaya sekitar 750K untuk keperluan selama sebulan.
  • Siapkan Cable Terminal sebanyak-banyaknya.
  • Jangan Lupa membawa obat-obatan pribadi.
  • Laptop – untuk keperluan membuat laporan kegiatan harian.
  • Jika ingin membawa kendaraan pribadi, jangan lupa sertakan keamanan tambahan, seperti Disklock (gembok cakram).

Buat sobat tweeters yang hendak mengikuti KKM, semoga rangkaian kegiatannya lancar, dan mudah-mudahan melalui artikel ini, kalian mendapatkan sedikit gambaran. Bila ada hal-hal yang ingin ditanyakan, kalian bisa tulis di kolom komentar, atau bisa juga berhubungan melalui email, dengan mengakses halaman kontak.

Hidup adalah untaian makna dari kata yang ditulis semesta

Posting Komentar

Mari kita diskusikan bersama...
Gunakanlah kata-kata yang sopan, dengan tidak menggunakan unsur-unsur kekerasan, sara, dan menyudutkan seseorang. Terima Kasih
© Tweet Ilmu. All rights reserved. Edited by Tweet Ilmu