UYmJLCizCo2ZTQJP06dFQPoA3AYXIznXlgFMCQ7t

Analisis Poster Film Parasite Karya Andrew Banister

Tweetilmu.web.id - Analisis dapat diartikan sebagai aktivitas yang terdiri dari serangkaian kegiatan seoerti, mengurai, membedakan, memilah sesuatu untuk dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu dan kemudian dicari kaitannya lalu ditafsirkan maknanya.

Dalam menganalisis poster film, tentunya diperlukan sebuah pengetahuan lebih dalam menafsirkan segala tanda dan petanda yang disajikan oleh sang pembuat poster, artinya kita harus memperhatikan dengan seksama detail gambar, mulai dari konsep gambar seperti apa, lalu pemilihan warnanya bagaimana, sampai kepada hal penempatan objek, hal itu penting diperhatikan karena masing-masing objek yang termuat dalam poster film tersebut memiliki arti ataupun filosofinya.

Karena tentunya sang pembuat poster tidak serta merta menempatkan suatu objek dengan asal asalan, ataupun tidak memikirkan pemilihan warna yang tepat. Dalam pembahasan kali ini, penulis akan menganalisis poster Film (Parasite) Andrew Bannister serta kaitannya dengan Filsafat Epistemologi Rasionalisme, berikut poster film yang akan kita bahas :

Analisis Poster Filme Parasite By Andrew Bannister

Analisis Poster Film Parasite Karya Andrew Bannister, Serta Kaitannya Dengan Filsafat Epistemologi Rasionalisme

Sebelum masuk kedalam pembahasan inti, saya akan paparkan terlebih dahulu, Bahasan Pengantar

EPISTEMOLOGI

Secara etimologis, epistemologi berasal dari bahasa Yunani episteme yang berarti ‘pengetahuan’ dan logos yang berarti ‘ilmu.’ Secara terminologis, epistemologi dapat dimaknai sebagai sistematika filsafat yang mempelajari tentang pengetahuan. 
Pertanyaan dasar yang dibahas di dalam epistemologi antara lain adalah ‘Dari mana sumber pengetahuan?’ ‘Bagaimana kita—manusia—memperoleh pengetahuan?’
Dari persoalan bagaimana kita memperoleh pengetahuan, berkembang setidaknya dua aliran pemikiran yang cukup dominan dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan. 

RASIONALISME

Secara etimologis, rasionalisme berasal dari bahasa Latin ratio yang berarti ‘akal budi.’ Menurut pandangan rasionalis, pengetahuan sejati diperoleh melalui olah pikir dan pendayagunaan akal budi. Para rasionalis pada umumnya berpendapat bahwa pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan akal akan lebih dapat diandalkan dan dipertanggungjawabkan, daripada pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan pancaindera. Oleh karena, informasi-informasi yang kita peroleh dari pancaindera, sangat rentan untuk keliru—pancaindera dapat dengan mudah ‘membohongi’ kita.

ANALISIS POSTER FILM PARASITE

1. Sudut Pandang Berbeda (Saling Berlawanan)
Diawali dengan gambar manusia yang digambar dengan dua sudut pandang yang berbeda, ada yang benar posisinya dan ada yang terbalik.

Jika dilihat dari panca indera tentunya kita akan menerka bahwasannya terdapat 2 kehidupan yang berbeda, dan saling berlawanan (kaya dan miskin).

Namun jika kita melihat lebih dekat, diantara 2 prespektif yang berbeda itu ditengahnya, terdapat huruf yang membentuk sebuah kata, yakni parasite. Parasite adalah judul dari film yang dibuatkan posternya ini. Parasit juga dapat diartikan sebagai makhluk yang hidupnya bergantung bahkan membebani orang lain.

2. Baju yang dikenakan
Jika kita melihat poster ini, terdapat beberapa objek manusia, namun digambarkan dengan 2 prespektif yang berbeda, namun menariknya, jika kita lihat dari pakaian mereka, terdapat suatu perbedaan yang sangat mencolok, yang satu menggunakan baju bagus, dan yang satunya lagi menggunakan baju yang sederhana.

Hal ini dapat diartikan sebagai adanya perbedaan kesejahteraan, antar objek yang digambarkan dengan perspektif yang berbeda.

3. Anak Tangga
Bila kita lihat dari gambar poster tersebut, terdapat sejumlah anak tangga, yang dimana disitu juga berkaitan dengan objek lainnya, yang dalam hal ini manusia, jika kita lihat dari 2 prespektif yang berbeda, anak tangga itu sama-sama mengarah keatas. Hal ini dapat diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan seseorang demi menggapai suatu pencapaian tertentu.

Namun yang membuat kedua prespektif gambar tersebut tampak berbeda, yakni dari warnanya, pemilihan warna tentunya memiliki arti yang tersembunyi, biru yang mencerminkan rasa percaya diri, bahkan menjadi simbol kekuatan, namun disisi lain juga kerap berasosiasi dengan sikap dingin, kurang empati bahkan keras kepala
Sementara dalam prespektif lain, warna yang digunakan adalah warna merah, yang mencerminkan suatu gairah, semangat yang menggebu, namun warna merah juga tak lepas kaitannya dengan nafsu, bahkan identik dengan kekerasan.

Kemungkinan anak tangga yang mengarah keatas dengan warna yang berbeda juga dapat diartikan usaha yang dilakukan dengan harapan mencapai pencapaian yang berbeda pula.

4. Latar belakang
Terdapat perbedaan latar antara yang kaya dengan yang miskin. Latar si Kaya terdapat lampu beserta lukisan yang menandakan kalau si Kaya ini hidupnya mewah dan bersih di dalam rumah. Sedangkan latar si Miskin berupa generator AC, pipa-pipa serta ventilasi yang menandakan kalau lingkungan hidup mereka itu diluar dan kumuh.

5. Kertas
Kertas yang dipegang oleh Ayah dari si kaya bertuliskan A film by Bong Joon Ho, yang menandakan jika film parasite ini adalah karya dari sutradara besar Korea Selatan, Bong Joon Ho.

6. Suku Indian
Sangat tidak mungkin anak orang kaya modern berdandan seperti suku Indian di kehidupan nyatanya, bisa saja anak itu hanya suka dengan suku Indian dan akhirnya mencontoh hal hal yang ada pada suku Indian, mulai dari coretan wajah, hiasan kepala, sampai membawa bawa tongkat.

Pembahasan selanjutnya ini adalah analisis mikro objek yang terdapat pada poster yang memiliki keterkaitan kuat pada film parasite ini, dengan kata lain, analisa pada poster ini pasti akan lebih mudah dipahami jika sudah menonton filmya.

7. Lampu Gantung
Tentunya kita menyadari keberadaan sebuah objek lampu gantung (bulat) pada poster tersebut, jika kita lihat, lampu tersebut berjumlah 3 buah, namun hanya 1 buah lampu saja yang menyala, mungkin sederhananya bisa saja kita artikan bahwasannya lampu yang lainnya itu sudah tidak berfungsi, akan tetapi maksud yang sebenarnya adalah adanya keterkaitan lampu gantung ini dengan film parasite itu sendiri.

8. Lukisan
Pada latar belakang si kaya, terdapat lukisan anggota keluarga dan lukisan abstrak. Kemungkinan, biasanya orang kaya memiliki selera seni yang tinggi sehingga ada lukisan abstrak disitu. Tetapi yang sebenarnya dalam film, lukisan ini sangat menceritakan suatu hal dari film tersebut.

9. Batu
Jika diperhatikan , Anak lelaki si miskin memegang batu. Jika dipikirkan, untuk apa lelaki yang sudah remaja masih membawa bawa batu. Bisa jadi batu tersebut sangat berharga bagi remaja lelaki tersebut yang ternyata dalam filmnya sendiri juga seperti itu.

10. Handphone
Selain batu, yang dipegang oleh lelaki ini adalah handphone atau HP. Jika diperhatikan lagi, ternyata ada juga yang memegang HP yaitu, anak perempuan si kaya. Ini bisa diartikan hanya sebuah kebetulan, atau keduanya mungkin punya hubungan tertentu yang menjadikannya berkomunikasi lewat HP masing-masing.

11. Buah Persik
Salah satu anggota keluarga miskin yang perempuan membawa buah persik. Mungkin saja ia ingin memakannya dan membawa buah itu sebagai bekal atau mungkin ia ingin memakan buah tersebut karena ingin mendapat keberuntungan untuk nasibnya karena filosofi dari buah persik itu sendiri adalah buah manis yang dibawa oleh para dewa dan menjadikannya buah ini spesial. 

Tapi sayangnya, berbanding terbalik jika dikaitkan dengan film sebenarnya, karena buah ini walaupun manis dan enak, kulitnya berbulu halus dan banyak orang yang tidak suka dengan bulu-bulu ini, bahkan banyak juga yang alergi buah persik karena bulu yang ada di kulit buah ini.

12. Anjing
Anjing yang digendong oleh Ibu dari keluarga yang kaya ini juga memiliki peran penting, terutama di filmnya. Seperti yang kita ketahui, anjing memiliki indera penciuman yang tajam.

Pembahasan diatas tidaklah sempurna untuk itu jika ada diantara sobat tweeters yang ingin mengkritisi serta memberikan masukan, silahkan tulis dikolom komentar dan mari kita diskusikan bersama

Catatan:
Analisis ini disusun oleh salah satu mahasiswi Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Indraprasta Jakarta
Related Posts
Naufal Al Rafsanjani
Sekedar mahasiswa yang punya impian sempurna, menginterpretasi kejadian nyata ke dalam tulisan yang bermakna.

Related Posts

2 komentar

Mari kita diskusikan bersama...
Gunakanlah kata-kata yang sopan, dengan tidak menggunakan unsur-unsur kekerasan, sara, dan menyudutkan seseorang. Terima Kasih