Mengenal Makna Leksikal, Gramatikal dan Kontekstual Disertai Contoh

artikel ini akan secara jelas dan lengkap, menerangkan makna leksikal, makna gramatikal dan makna kontekstual

Artikel ini merupakan lanjutan dari pembahasan materi sebelumnya terkait dengan pembahasan bidang kajian ilmu semantik bahasa indonesia. buat kalian yang baru bergabung pada pembahasan ini, kalian bisa melihat postingan sebelumnya mengenai Pengertian dan Jenis-Jenis Semantik.

Mengenal Makna Leksikal, Gramatikal dan Kontekstual Disertai Contoh

Semantik sebagai ilmu yang mempelajari makna (Verhaar, 2010), berada pada semua tataran linguistik. Oleh karena itu, semantik sangat penting dalam studi linguistik. Berbagai studi telah banyak ditemukan mengenai semantik. Teori- teori semantik juga ikut berkembang hingga sampai saat tahap semantik generatif.

Makna adalah arti atau maksud yang tersimpul dari suatu kata, jadi makna dengan benda sangat bertautan dan saling menyatu.

Jika suatu kata tidak bisa dihubungkan dengan bendanya, peristiwa atau keadaan tertentu maka kita tidak bisa memperoleh makna dari kata itu (Tjiptadi, 1984:19).

Kata-kata yang bersal dari dasar yang sama sering menjdi sumber kesulitan atau kesalahan berbahasa, maka pilihan dan penggunaannya harus sesuai dengan makna yang terkandung dalam sebuah kata.

Agar bahasa yang dipergunakan mudah dipahami. Dimengerti, dan tidak salah penafsirannya, dari segi makna yang dapat menumbuhkan reaksi dalam pikiran membaca atau mendengar karena rangsangan aspek bentuk kata tertentu.

Makna berdasarkan jenis semantiknya dapat dibededakan menjadi Makna Leksikal, Gramatikal dan Kontekstual.

Pada artikel ini, hal hal yang hendak dibahas ialah:

  • Apa yang dimaksud dengan Makna Leksikal dan bagaimanakah contohnya?
  • Apa yang dimaksud dengan Makna Gramatikal dan bagaimanakah contohnya?
  • Apa yang dimaksud dengan Makna Kontekstual dan bagaimanakah contohnya?

Mengenal Makna Leksikal, Gramatikal dan Kontekstual

Makna Leksikal

Leksikal adalah bentuk ajektif yang diturunkan dari bentuk nomina leksikon (vokabuler, kosa kata, perbendaharaan kata). Satuan dari leksikon adalah leksem, yaitu satuan bentuk bahasa yang bermakna.

Makna leksikal ialah makna yang terdapat pada leksem meski tanpa konteks apapun.

Makna leksikal juga dikenal sebagai makna denotatif, sehingga mengandung makna yang sebenarnya; makna yang sesuai dengan hasil observasi indera manusia; atau makna apa adanya (makna yang ada dalam kamus).

KataMakna Leksikal
RumahBangunan untuk tempat tinggal
PagarSesuatu yang digunakan untuk membatasi (mengelilingi, menyekat) perkarangan, tanah, rumah, kebun, dsb.
GedungBangunan tembok dan sebagainya yang berukuran besar sebagai tempat kegiatan, seperti perkantoran, pertemuan, perniagaan, pertunjukan, olahraga, dsb.

Dari beberapa contoh di atas, maka sudah sangat jelas, bahwa yang dimaksud makna leksikal ialah makna yang sebenarnya (makna kamus) yang sesuai dengan hasil observasi indra manusia.

Dalam makna leksikal kedudukan konteks tidak berpengaruh

Makna Gramatikal

Makna gramatikal adalah makna yang muncul sebagai akibat berfungsinya sebuah leksem di dalam kalimat.

Dalam konteks itu, Kridalaksana (1984:120) menegaskan bahwa makna gramatikal menujukan pada hubungan antara unsur-unsur

bahasa dalam satuan-satuan yang lebih besar, misalnya hubungan antara kata dengan kata lain dalam frasa ataupun klausa.

Makna gramatikal juga merupakan makna yang dimiliki oleh suatu kata setelah kata tersebut berada dalam kalimat.

Makna gramatikal muncul akibat hubungan kata yang dimaksud dengan kata lain yang berada dalam satuan yang lebih besar, seperti frase atau kalimat.

Makna gramatikal juga disebut makna struktural, atau arti kata yang diteliti berdasarkan hubungannya dengan struktur bahasa.

Makna gramatikal biasanya dipertentangkan dengan makna leksikal. Jika leksikal mengacu pada makna kata, leksem sesuai dengan referennya, maka gramatikal merupakan makna yang muncul sebagai hasil proses gramatika

Gramatika adalah tata bahasa.

Contoh kata kirimjika ditambahkan dengan prefiks (peN-) maka bentuknya menjadi pengirimdan maknanya pun akan berubah

Dari yang tadinya bermakna antar dengan perantara; sampaikan melalui

Berubah menjadi orang yang mengirim; orang yang menyuruh untuk menyampaikan.

Contoh lain kata adil ditambah konfiks peng- + -an sehingga menjadi pengadilan dan menyatakan makna tempat (dalam hal ini artinya ‘tempat untuk mengadili).

Dari dua contoh diatas maka jelas terlihat perbedaan antara makna leksikal dengan makna gramatikal

Makna leksikal berbeda dengan makna gramatikal. Ada proses gramatikal seperti afiksasi, reduplikasi dan komposisi. Misalnya: prefiks ber- dengan dasar baju melahirkan makna gramatikal ‘mengenakan atau memakai baju’ dengan dasar kuda yang bermakna gramatikal ‘mengendarai kuda’ dengan dasar reaksi bermakna gramatikal ‘melakukan reaksi’

Terdapat juga contoh untuk menyatakan makna jamak yang dapat dilakukan melalui proses reduplikasi, seperti kata buku ‘sebuah buku’ yang direduplikasi menjadi buku-buku yang artinya ‘banyak buku’ atau mobil ‘sebuah mobil’ yang diredupliasi menjadi mobil-mobil yang artinya ‘banyak mobil’.

Perwujudan makna gramatikal antara suatu bahasa dan bahasa lainnya tidaklah sama.

Setiap bahasa memiliki alat untuk sarana gramatikal sendiri untuk menyatakan makna-makna atau nuansa makna gramatikal tersebut.

Makna Kontekstual

Makna Kontekstual adalah makna yang didasarkan atas hubungan antara ujaran dan situasi pemakaian ujaran itu (Deodiknas,2008:864).

Makna kontekstual adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada dalam suatu konteks. Misalnya makna kata pergi dalam "adik pergi ke sekolah". Makna konteks juga berkenaan dengan situasinya, yakni tempat, waktu, dan lingkungan penggunaan bahasa (Faizah,2008:70)

Makna kontekstual juga disebut sebagai makna sebuah leksem atau kata yang berada di dalam satu konteks, misalnya makna kata jatuh yang dibicarakan sebagai contoh pada kalimat adik jatuh dari sepeda, dan kalimat dia jatuh dalam ujian yang lalu (Chaer,2007:288-290).

Makna kontekstual adalah makna yang didasarkan atas hubungan antara ujaran dan situasi pemakaian ujaran itu. Konteks yang dimaksud disini dapat berupa:

Konteks Perorangan

Konteks perorangan akan memaksa pembicara untuk mencari kata-kata yang maknanya dipahami oleh kawan bicara sesuai dengan jenis kelamin, usia, latar belakang sosial ekonomi, latar belakang pendidikan.

Konteks Situasi

Konteks situasi akan memaksa pembicara mencari kata yang maknanya berkaitan dengan situasi.

Konteks Tujuan

Konteks tujuan, misalnya tujuannya untuk meminta, maka orang akan mencari kata-kata yang maknanya meminta.

Konteks Formal

Konteks formal/tidaknya pembicaraan memaksa orang harus mencari kata yang bermakna sesuai dengan keformalan/tidaknya pembicaraan.

Konteks Suasana

Konteks suasana hati pembicara/pendengar turut mempengaruhi kata yang berakibat pula pada makna.

Konteks Waktu

Konteks waktu bergantung dengan kapan hal yang dibicarakan terjadi, hal ini juga yang turut mempengaruhi penggunaan kata langsung dan tidak langsung.

Konteks Tempat

Konteks tempat bergantung pada dimana kita berbicara, hampir mirip dengan situasi, namun konteks tempat lebih umum, semisal pembicaraan antara sesama dokter di rumah sakit.

Konteks Objek

Mengacu kepada fokus pembicaraan akan turut mempengaruhi makna kata yang digunakan.

Konteks kelengkapan alat bicara/dengar

Konteks kelengkapan alat bicara/dengar juga turut mempengaruhi makna kata yang digunakan.

Konteks Kebahasaan

Konteks kebahasaan maksudnya ialah hal-hal yang berhubungan dengan kaidah bahasa yang bersangkutan akan turut mempengaruhi makna.

Demikian artikel mengenaiMakna Leksikal, Gramatikal dan Kontekstual semoga dapat menjadi referensi, bila ada hal-hal yang kurang jelas, mari diskusikan bersama melalui kolom komentar.

Hidup adalah untaian makna dari kata yang ditulis semesta

Posting Komentar

Mari kita diskusikan bersama...
Gunakanlah kata-kata yang sopan, dengan tidak menggunakan unsur-unsur kekerasan, sara, dan menyudutkan seseorang. Terima Kasih
© Tweet Ilmu. All rights reserved. Edited by Tweet Ilmu