Penyimpangan Masyarakat Terhadap Nilai-Nilai yang terkandung dalam Pancasila

Pengaplikasian nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masih menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung terselesaikan.

Implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada kehidupan sehari-hari masih menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung terselesaikan, hal ini bukan tanpa alasan, karena tingkat kesadaran masyarakat Indonesia masih jauh dari harapan, Berikut ini akan dibahas mengenai beberapa penyimpangan yanh dilakukan oleh masyarakat kita terhadap nilai-nilai Pancasila.

Congerdesign [Pixabay]

Ketuhanan Yang Maha Esa Nilai-nilai yang terkandung dalam sila pertama ini adalah dimana kita sebagai manusia yang diciptakan wajib menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi laranganNya. Masyarakat Indonesia berhak untuk memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing dan wajib menjalankan apa yang diperintahkan dalam agama masing-masing dan menjauhi apa yang dilarang.

Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab sila kedua ini menjelaskan bahwa kita sesama manusia mempunyai derajat yang sama dihadapan hukum.

Persatuan Indonesia Makna persatuan hakikatnya adalah satu, yang artinya bulat tidak terpecah.

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan Dalam sila ini menjelaskan tentang demokrasi, adanya kebersamaan dalam mengambil keputusan dan penanganannya, dan kejujuran bersama.

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Makna dalam sila ini adalah adanya kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat, seluruh kekayaan dan sebagainya dipergunakan untuk kebahagiaan bersama, dan melindungi yang lemah.

Pancasila sebagai dasar Negara, pandangan hidup bangsa Indonesia, dan sebagai ideologi bangsa, menurut Suko Wiyono (2013), memuat nilai-nilai/karakter bangsa Indonesia yang tercermin dalam sila-sila Pancasila selain itu juga, Kondisi bangsa Indonesia saat ini dapat dikaji dan identifikasi dengan melihat prilaku dan kepribadian masyarakat Indonesia tercermin pada tingkah laku masyarakat Indonesia sehari-hari. Perilaku masyarakat Indonesia saat ini yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Berikur ulasannya.


1. Nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa: terkandung di dalamnya prinsip asasi (1) Kepercayaan dan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; (2) kebebasan beragama dan berkepercayaan paa Tuhan Yang Maha Esa sebagai hak yang paling asasi bagi manusia; (3) toleransi di antara umat beragama dan berkepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; dan (4) Kecintaan pada semua makhluk ciptaan Tuhan, khususnya manusia.

Penyimpangan sila pertama, yang saat ini kita jumpai adalah generasi muda yang tidak bertaqwa kepada Tuhan YME. Misalnya: meninggalkan ibadah, melanggar peraturan agama, menganggap dirinya sebagai Tuhan atau Rasul, menganggap kebenaran muthlak ada dalam dirinya, menjustifikasi kelompok yang tidak sependapat dan lain sebagainya.


2. Nilai-nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: terkandung di dalamnya prinsip asasi (1) Kecintaan kepada sesama manusia sesuai dengan prinsip bahwa kemanusiaan adalah satu adanya; (2) Kejujuran; (3) Kesamaderajatan manusia; (4) Keadilan; dan (5) Keadaban.

Penyimpangan sila kedua, dewasa ini banyak kita temui beberapa oknum yang memiliki jabatan, pangkat dsb, merasa dirinya hebat dan lebih tinggi kedudukannya akhirnya tidak memiliki adab yang baik, tidak memanusiakan manusia misalnya, mestinya hal ini harus dibuang jauh-jauh dari pemikiran kita, jika tidak akan terjadi perpecahan dimana-mana.


3. Nilai-nilai Persatuan Indonesia: terkandung di dalamnya prinsip asasi (1) Persatuan; (2) Kebersamaan; (3) Kecintaan pada bangsa; (4) Kecintaan pada tanah air; dan (5) Bhineka Tunggal Ika.

Penyimpangan sila ketiga, memudarnya rasa persatuan dan kesatuan seringkali juga menjadi isu yang hangat dalam hiruk-pikuk kehidupan masyarakat Indonesia, bahkan beberapa diantaranya memecah belah persatuan dengan dalih agama, mengaku toleran, padahal dirinya, kaumnya ataupun pengikutnya masih berperilaku intoleran, belum lagi urusan politik, yang seolah memecah para simpatisan kedalam beberapa kubu-kubu, dan peran media sosial yang juga tidak terhindarkan oleh hoaks-hoaks yanh bertebaran.


4. Nilai-nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: terkandung di dalamnya prinsip asasi (1) Kerakyatan; (2) Musyawarah mufakat; (3) Demokrasi; (4) Hikmat kebijaksanaan, dan (Perwakilan).

Penyimpangan sila keempat, Demokrasi selayaknya dilaksanakan dengan sehat. Fenomena yang terjadi saat ini masih adanya money politic di kalangan masyarakat yang bahkan sudah dianggap biasa dijumpai saat pemilihan umum.


5. Nilai-nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: terkandung di dalamnya prinsip asasi (1) Keadialan (2) Akuntabilitas (3) Hukum dan HAM

Penyimpangan sila kelima, mengenai keadilan, banyak fakta-fakta mengenai ketidakadilan yang dilakukan oleh generasi muda bangsa Indonesia saat ini. Tidak perlu jauh-jauh, saat ini dapat kita lihat pada kelompok belajar yang dibagikan oleh guru kepada muridnya, tugas tersebut diberikan untuk dikerjakan secara kelompok, dengan maksud memantik adanya diskusi antara anggota nya, namun faktanya yang mengerjakan tugas tersebut hanya segelintir orang (dalam satu kelompok) saja, yang lainnya hanya sebagai anggota bayangan, yang tak membantu apa-apa, jika hal ini menjadi kebiasaan, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan terjadi pada lingkup yang lebih besar.

Belum lagi perihal hukum yang rasanya lebih tajam kepada kelompok-kelompok penyuara kritik, yang semestinya harus mendapatkan kedudukan yang sama di depan hukum

Baca Juga:

Tentang Penulis

Hidup adalah untaian makna dari kata yang ditulis semesta

Posting Komentar

Mari kita diskusikan bersama...
Gunakanlah kata-kata yang sopan, dengan tidak menggunakan unsur-unsur kekerasan, sara, dan menyudutkan seseorang. Terima Kasih
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
[]