Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengalaman Ospek SPOK di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Halo tweeters, kali ini penulis akan kembali membagikan pengalamannya saat mengikuti kegiatan Ospek Fakultas Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang di beri nama SPOK. 
Kegiatan SPOK Untirta 2019
SPOK merupakan singkatan dari Seputar Pengenalan Organisasi Kampus, tidak jauh berbeda dengan Ospek Universitas (KPK), para mahasiswa baru wajib mendaftar serta mengikuti segala rangkaian kegiatan dari awal sampai akhir. 

Mulai dari proses Pendaftaran > Technical Meeting 1 > Mentoring 1 > Technical Meeting 2 > Mentoring 2 > Hari H SPOK Untirta.

Dalam pelaksanaannya sendiri, kita dibagi kedalam beberapa kelompok, 1 kelompok terdiri dari 15-25 orang peserta, dan ditahun 2019 nama kelompok diambil dari nama-nama pahlawan, ataupun orang-orang yang berpengaruh lainnya di Indonesia.

Setiap kelompok juga diwajibkan membuat papan nama kelompok yang wajib dihiasi sekreatif mungkin, serta juga membuat yel-yel. Nah untuk mengenal lebih jauh rangkaian SPOK itu seperti apa, yuk simak cerita selengkapnya. 

Pendaftaran SPOK

Sebelum ikut dalam kegiatan SPOK, para mahasiswa baru atau calon peserta wajib mendaftar, agar dapat didata dan terdaftar dalam suatu kelompok nantinya. Metode pendafataranya pun mudah, karena kita hanya perlu datang ke kampus, temui salah satu panitia yang buka stand SPOK ataupun pergi ke PKM, nah selanjutnya kita daftarkan diri kita. 

Waktu itu persyaratannya yag harus dikumpulkan adalah, kartu peserta SBMPTN, setelah kita dipastikan terdaftar, maka kita akan diberikan 1 kertas kecil yang harus dijaga, samapi akhir acara.

Technical Meeting 1

Dalam Technical Meeting 1 kita sudah terbagi menjadi beberapa kelompok, lalu diperkenalkan oleh mentornya masing-masing, setelah itu kita diwajibkan mencatat, segala perlengkapan yang harus kita bawa, baik perlengkapan pribadi maupun perlengkapan kelompok.

Buat kalian yang ingin melihat gambaran barang bawannya, kalian bisa baca DISINI.

Ospek fakultas digelar di kampus masing-masing, semisal FKIP digelar di kampus FKIP Ciwaru, sementara FT digelar di kampus Teknik Cilegon.

Selain itu para mahasiswa baru juga ditugaskan untuk membuat buku dengan sampul koran yang bertemakan pendidikan, diisi dengan logo SPOK pada lembar pertama, lalu biografi tokoh, materi setiap mentoring, dan tak lupa juga, peserta diwajibkan meminta tanda tangan Panitia SPOK Untirta.

Setelah Technical Meeting selesai, seperti halnya kegiatan Ospek Fakultas, Mentoring pun dilaksanakan.

Kegiatan Mentoring SPOK 1

Kegiatan mentoring SPOK tahun 2019 yang pertama, membahas tentang Pancasila, yang dimana disitu dimuat peran pancasila dalam segala aspek kehidupan.

Tapi sebelum pembahasan materi dimulai, seperti biasa, melakukan pengenalan diri terlebih dahulu dan penentuan ketua kelompok. Pada saat itu kebetulan, saya dipilih sebagai ketua kelompok, dan nama kelompok saya adalah Yohana Yembise (Kelompok 61).

Nah dalam mentoring 1 ini juga dijelaskan, bahwa setiap kelompok, wajib membuat yel-yel, serta membuat video yang berhubungan dengan pancasila, nah buat kalian yang penasaran videonya seperti apa, silahkan lihat video dibawah ini.

Kegiatan Mentoring SPOK 2

Materi yang dibahas pada mentoring SPOK kali ini adalah tentang sejarah pendidikan Indonesia, karena fakultas yang saya pilih adalah Fakultas Kegurian dan Ilmu Pendidikan, jadi bagi saya materi ini penting sekali untuk dibahas. 

Karena ketika kita tau sejarah awal mulanya, maka semangat belajar kita pun akan tumbuh dan tak pernah padam. 

Technical Meeting 2

Sama seperti TM 1, TM 2 pun dilaksanakan di Kampus C, FKIP Untirta, ada satu hal perbedaan yang mencolok, yakni adanya Pasukan Disiplin Fakultas atau yang lebih akrab dengan sebutan (PDF).

Tugas PDF tentu saja mendisiplinkan para peserta, serta membuat beberapa peraturan yang tujuannya untuk mensukseskan acara SPOK 2019.

Tercatat ada setidaknya 11 Peraturan yang wajib dipatuhi, 8 Larangan bagi para peserta, serta 3 konsekuensi yang harus kita terima jika kita melanggar peraturan maupun ketika barang bawaan kita kurang.

Nah buat kalian yang ingin mengetahui 11 peraturan, 8 larangan serta 3 konsekuensi tersebut, kalian bisa lihat melalui tautan dibawah ini :

Kegiatan SPOK Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Tahun 2019 Hari Pertama

Dalam acara SPOK 2019 terdapat beberapa mekanisme yang harus peserta ikuti, yakni peserta wajib melakukan Checkpoint sebanyak 2x sebelum dapat memasuki panggung kegiatan. Peserta yang tidak melakukan checkpoint pun tidak diperkenankan masuk.

Setelah seluruh pemeriksaan barang bawaan selesai, peserta baru diperkenankan masuk dan hanya duduk menyimak pemaparan dari para pemateri. 

Kegiatan SPOK Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Tahun 2019 Hari Kedua

Di hari kedua SPOK Universitas Sultan Ageng Tirtayasa tentu saja ada hal yang ditunggu tunggu, yakni penjrmputan mahasiswa baru oleh setiap jurusan. 

Dan setiap Himpunan Mahasiswa Jurusan pun saling bersaing untuk melakukan Penjemputan dengan cara yang se-kreatif mungkin.

Dihari itu agenda acara masih tetap sama, yakni mebdengarkan pemaparan materi dari para narasumber yang telah diperseiapkan, yang jelas jika kalian menikmati acara, pilihlah posisi duduk terdepan. Biasanya pada saat SPOK dihari pertama, kelompok 1 duduk terdepan, nah dihari kedua di rolling, jadi kelompok terakhir yang duduk di dipalinh depan. 

Sebelum acara ditutup akan ada sebuah drama yang dilakukan oleh para panitia SPOK, dan disitu banyak sekali mahasiswa yang merasa takut, padahal hal yang dilakukan oleh panitia hanya akting saja.

Setelah drama selesai banyak sekali para peserta yang tak kuat dan tidak sedikit juga yang meneteskan air mata, mengingat proses ospek 75% telah selesai dan peserta telah melewati semua rangkaian acara mulai dari ospek universitas KPK (Kegiatan Pengenalan Kampus) serta SPOK (Seputar Pengenalan Organisasi Kampus) dengan lancar. 

Nah kira kira itulah pengalaman yang ssya dapatkan dalam mengikuti kegiatan ini, yang jelas Ospek mungkin tak enak untuk dirasakan, akan tetapi enak untuk kita ceritakan ke setiap orang. Adapun kesan dan pesan saya dalam mengikuti kegiatan SPOK 2019 :

Kesan :

Mendapatkan pengalaman, dikenal dan kenal banyak teman se-fakultas, melatih rasa percaya diri, dan menemukan beberapa bidadari :)

Pesan :

Permasalahan teknis yang sering terjadi adalah, sound system yang tidak terdengar jelas sampai ke belakang panggung, dan hal ini tentu saja membuat bosan para peserta yang duduk di posisi paling belakang. 
Naufal Al Rafsanjani
Naufal Al Rafsanjani Hidup adalah untaian makna dari kata yang ditulis semesta

1 komentar untuk "Pengalaman Ospek SPOK di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa"

  1. Terima kasih ya, cerita dari penulis mudah-mudahan bisa jadi gambaran umum buat mahasiswa baru kedepannya

    BalasHapus

Mari kita diskusikan bersama...
Gunakanlah kata-kata yang sopan, dengan tidak menggunakan unsur-unsur kekerasan, sara, dan menyudutkan seseorang. Terima Kasih