Review Buku Mindset: Membuka Pikiran Melalui Prespektif Baru

Mindset, buku yang ditulis Carol S. Dweck ini bukanlah buku bahasa dewa yang berisikan teori omong kosong. Buku ini ditulis berdasarkan riset panjang

Mindset karya Carol S Dweck merupakan buku self theories yang akan memberikan pandangan kepada pembaca mengenai pola pikir yang harusnya dimiliki oleh setiap orang. Dalam buku ini Dweck menuturkan bahwa mindset terbagi atas dua, yakni mindset tetap dan juga mindset tumbuh.

Review Buku-Mindset Karya Carol S. Dweck
Review Buku-Mindset Karya Carol S. Dweck

Orang-orang yang menganut mindset tetap cederung percaya bahwa bakat yang dimiliki olehnya atau orang-orang di luar sana tidak dapat diubah. Karena mereka percaya keberadaan bakat alami.

Maka yang menjadi perdebatan adalah, sebenarnya ada gak sih bakat alami itu?

Sementara orang yang bermindset tumbuh percaya bahwa bakat itu dapat dikembangkan melalui usaha, pembelajaran dan umpan balik.

Bakat alami adalah mitos, yang nyata adalah mereka yang terkesan memiliki bakat alami, dilatarbelakangi oleh konsistensi sedari dini memfokuskan diri terhadap bakat tertentu.

Dalam risetnya, Dweck juga menemukan bahwa mindset tetap dapat berimplikasi terhadap potensi yang kita miliki. Membuat kita menjadi takut akan tantangan, kegagalan dan kritik. Sementara Di sisi lain, mindset tumbuh dapat membantu kita menerima dan melewati tantangan, belajar dari kegagalan dan berani menghadapi kritik.


Beberapa waktu lalu saya dengan teman kuliah terlibat suatu obrolan mengenai gagasan di dalam buku ini. Kemudian muncul sebuah pernyataan yang menarik, kira-kira begini

"Pernah gak sih, merasa gini 'kayanya gue gak bakat deh di bidang ini' gara-gara lo ikut kompetisi, namun hasil yang diperoleh gak sesuai harapan"

"Sering tuh, padahal gue merasa udah memberikan yang terbaik di setiap ajang perlombaan yang gue ikutin. Tapi ujungnya sama aja, gue kalah. Gue juga sempet beranggapan, barangkali juri kurang kompeten dalam menilai. Gagal dalam melihat karya kreatif gue"

Dari penggalan obrolan di atas dapat diidentifikasi bahwa ungkapan B identik dengan mindset tetap. Ketika kalah dalam ajang kompetisi yang diikuti, ia tidak melakukan evaluasi diri, meminta teman untuk memberikan masukan, atau bahkan lihat perbedaan antara karya yang menjadi pemenang dengan karya yang kita ciptakan, dimana letak perbedaannya.


Pernah Dalam Kungkungan Mindset Tetap

Nah pola pikir kita turut memengaruhi cara kita mendefinisikan setiap proses, keberhasilan dan kegagalan. Orang yang bermindset tetap cenderung mudah menyerah, anti-kritik, mengabaikan umpan balik, mencari validasi, dan yang lebih unik lagi adalah merasa terancam oleh kesuksesan yang diraih oleh orang lain.

Sementara orang yang bermindset tumbuh, mengejawantahkan kegagalan sebagai sebuah proses yang ditandai oleh perlunya upaya mengevaluasi diri, mencari letak kekurangan, serta berusaha lebih keras dan mencoba jalan lain menuju tujuan yang hendak dicapai.

Saya pribadi pernah dalam fase tersebut. Hal ini terjadi saat 2020 lalu, saat sedang mengikuti sebuah perlombaan penulisan artikel yang diselenggarakan oleh Republika dan Kemendikbud.

Saat itu saya dinyatakan masuk ke dalam jajaran nominasi penulis opini terbaik Republika tahun 2020. Sementara salah seorang teman diskusi yang saya temani ketika menyusun artikel ajaibnya menjadi orang yang berhasil menjuarai perlombaan tersebut.

Waw, saat itu rasa cemburu berkecamuk, dalam relung hati yang gelap saya bertanya-tanya, apa bagusnya karya dia? Apakah juri gak salah menilai?

Singkat cerita saya menyadari segenap kekurangan karya yang saya buat, mulai dari bentuk artikel yang mestinya listicle bukan essay naratif, lalu juga gagasan utama opini yang terlampau lebar, tidak fokus terhadap salah satu subtema seperti yang teman saya lakukan.

Ya pada akhirnya, saya yang belajar banyak dari teman :)

Beberapa Kutipan Penting Dalam Buku Mindset Karya Carrol S. Dweck

Anak-anak bermindset tetap ingin memastikan keberhasilan mereka. Orang-orang cerdas seharusnya selalu berhasil. Tetapi, bagi anak-anak bermindset tumbuh, keberhasilan berkaitan dengan upaya pengembangan diri. Itu berkaitan dengan proses menjadi lebih lebih cerdas (becoming smarter). Hal: 22

Kecerdasan berkaitan dengan menjadi sempurna sekarang juga. Tetapi bagi mereka yang bermindset tumbuh, kecerdasan tidak berkaitan dengan kesempurnaan seketika. Kecerdasan lebih berkaitan dengan proses mempelajari sesuatu sejalan dengan waktu: menghadapi tantangan dan menciptakan kemajuan. Hal: 32-33

Buku Ini Direkomendasikan Untuk Siapa

Buku ini cocoknya dibaca oleh siapa sih bang?

  • Buku ini cocok dibaca oleh seseorang yang ingin mengenal lebih jauh cara berpikir rasional, mempertimbangkan prespektif lain.
  • Buku ini juga cocok dibaca oleh seorang atlet yang sedang berjuang maupun dalam titik kesuksesan karir
  • Buku ini cocok dibaca oleh para guru yang rutinitasnya berinteraksi dengan para peserta didik, menghadapi karakteristik peserta didik yang beragam, sekaligus menjadi penentu sikap atau tindakan yang mesti diambil dalam menghadapi peserta didik yang dianggap kurang cerdas.
  • Buku ini juga cocok dibaca oleh para orangtua dalam mendidik anak. Karena seringkali mindset tetap ditumbuhkan baik secara sadar maupun tidak sadar oleh para orangtua.

Beberapa Poin Penting Saat Mengadopsi Mindset Tumbuh

Sesuai dengan judul artikel review yang penulis sematkan di atas, bahwa buku ini akan menginfluence pembacanya untuk merenungkan penyikapan terhadap hal-hal yang telah terjadi. Mengidentifikasi diri dan menggali prepektif baru tentang mindset itu sendiri.

Beberapa poin penting ketika hendak mengadopsi mindset tumbuh ialah:

  • Rangkul lah tantangan sebagai peluang untuk belajar dan bertumbuh, ketimbang menghindarinya atau menyerah karena lebih dahulu berfikir tidak mampu
  • Pandang umpan balik dan masukan sebagai kritik konstruktif sehingga mempermudah untuk mengevaluasi diri ketimbang mengambilnya sebaai celaan pribadi dan bersifat defensif.
  • Tidak perlu cemburu terhadap kesuksesan atau capaian teman anda, justru hal tersebut menjadi cambuk bahwa diri kita perlu berusaha lebih keras lagi.
  • Percayalah bahwa kita dapat mengubah dan meningkatkan kemampuan dan bakat yang kita miliki. Tidak ada bakat alami, yang ada hanyalah bakat yang ditubuhkan dengan komitmen dan konsistensi.
  • Nikmatilah proses belajar dan kuasai keterampilan baru, daripada hanya terfokus pada hasil.

Baca Juga:

Tentang Penulis

Hidup adalah untaian makna dari kata yang ditulis semesta

Posting Komentar

Mari kita diskusikan bersama...
Gunakanlah kata-kata yang sopan, dengan tidak menggunakan unsur-unsur kekerasan, sara, dan menyudutkan seseorang. Terima Kasih
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
[]