UYmJLCizCo2ZTQJP06dFQPoA3AYXIznXlgFMCQ7t

Kumpulan Soal UTS Mata Kuliah Analisis Wacana

Pada pembahasan kali ini saya akan sharing soal ujian tengah semester mata kuliah Analisis Wacana yang telah saya kerjakan beberapa bulan lalu, soal ini dibuat oleh Dr. Asep Muhyidin, M.Pd. Jawaban yang saya bagikan disini bukan jawaban yang paling tepat, namun saya berharap jika kalian membaca artikel ini, setidaknya akan memantik pikiran dan argumentasi kalian dalam menjawab sebuah pertanyaan serupa.

Analisis Wacana

1. James Deese dalam karyanya Thought into Speech: the Psychology of a Language (1984) menyatakan bahwa wacana adalah seperangkat proposisi yang saling berhubungan untuk menghasilkan suatu rasa kepaduan atau rasa kohesi bagi penyimak atau pembaca. Bagaimana komentar Anda terhadap pendapat tersebut?

Menanggapi pernyataan diatas, bahwa benar bahwasannya wacana sebagai satuan bahasa terlengkap atau bisa juga dikatakan tertinggi dalam kesatuan bahasa memiliki beberapa proposisi atau kalimat yang memiliki arti penuh, yang saling bertautan satu sama lain membentuk sebuah makna yang jelas dan serasi diantara kalimat-kalimat itu,juga denganmemperhatikan aspek kohesi dan koherensi, sehingga baik pembaca (bila itu merupakan teks tertulis), maupun pendengar (jika hal itu merupakan suatu percakapan atau interaksi) dapat memahami informasi yang hendak disampaikan dengan baik.


2. Jelaskan perbedaan antara koteks dan konteks! (Jawaban disertai dengan contoh).

(+) Merujuk dari apa yang dijelaskan oleh Kridalaksana, dapat diambil garis besarnya bahwa koteks diartikan sebagai teks yang mendahului atau mendampingi teks lain yang mempunyai keterkaitan dan kesejajaran.Keberadaan teks yang terkait dengan koteks terletak pada bagian depan (mendahului) atau pada bagian belakang teks yang mendampingi.

  • Contoh yang sederhananya ialah pada kata “terima kasih”. Kata tersebut tidak mungkin diucapkan begitu saja tanpa merujuk dari perbuatanyang dilakukan sebelumnya ataupunperkataan yang diujarkan sebelumnya.
  • Contoh lainnya, terdapat sebuahpernyataan “Rangga senang bisa masuk PTN.”Didalam kalimat tersebut, frasa “bisa masuk PTN” merupakan sebuah koteks, karena frasa tersebut merujuk pada frasa sebelumnya yakni “Rangga senang”

(+) Sementata konteks merupakan hal lain diluar daripada suatu teks ataupun ujaran yang memiliki keterkaitan yang sangat erat. Konteks juga dapat menjadi sebab atau yang melatarbelakangi suatu dialog. Konteks memasukkan semua situasi dan hal yang berada di luar teks dan mempengaruhi pemakaian bahasa seperti partisipan dalam bahasa, situasi dimana teks tersebut diproduksi, fungsi yang dimaksudkan, dan sebagainya.

  • Contoh ada sebuah kalimat berita “Presiden Republik Indonesia akhirnya menandatangani UU yang telah dirancang oleh DPR, kemarin.” Ketika kita membaca kalimat tersebut maka kita mengerti bahwa presiden yang dimaksud disitu adalah Ir. Joko widodo, sementara UU yang disahkan adalah UU Ciptaker. Dan itulah yang disebut konteks, kita dapat memahami atau membayangi hal-hal yang berkaitan atau yang melatarbelakangi kalimat tersebut, dengan cara menyimaknya dan mengkonversi apa yang kita pikirkan ataupun ketahui menjadi sebuah pijakan pemahaman.


3. Syamsuddin (1992: 7-13) merinci jenis wacana dari sudut realitas, media komunikasi, cara pemaparan, dan jenis pemakaian. Dari sudut realitas, wacana dapat berbentuk rangkaian kebahasaan (verbal atau language exist) dan rangkaian nonbahasa (nonverbal atau language likes. Uraikanlah apa yang dimaksud language exist dan language likes!

(+) Wacana yang berbentuk rangkaian verbal (language exist) merupakan suatu wacana yang terbentuk atas struktur bahasa, baik tertulis maupun lisan, memenuhi kriteria sebagai wacana,dan memiliki awalan dan akhiran, serta makna yang jelas.

(+) Sementara rangkaian bahasa nonverbal (langiage likes) merupakan suatu wacana yang dapat berupa body language, maupun simbol, serta bentuk lain, yang telah disepakati oleh kelompok tertentu, sehingga memiliki makna sesuai ketentuan sebelumnya, seperti contohnya bendera kuning ketika ada orang wafat, selain itu juga berbagai macam rambu lalu lintas dan masih banyak lagi, yang bukan tidak mungkin di negara lain memiliki arti ataupun makna yang berbeda.


4. Dalam kurikulum 2013 pada KD 3.1 : Mengenal teks deskriptif tentang sekitar dan fungsi anggota tubuh dan panca indera. Buatlah contoh paragraf deskripsi untuk bahan ajar pada KD tersebut!

Tubuh manusia terdiri dari beberapa bagian, saling melengkapi satu sama lain dan juga memiliki fungsinya masing-masing. Tubuh manusia sendiri diartikan sebagai keseluruhan struktur fisik dari organisme manusia yang secara umum terbagi atas kepala, leher kemudian batang badan dengan 2 lengan tangan dan 2 kaki.Di dalam bagian tersebut juga terdapat beberapa bagian lain, dan juga beberapa diantaranya memiliki fungsi lain yakni sebagai panca indera manusia.

Panca indra manusia adalah sebuah bagian ataupun organ yang ada di tubuh kita yang memiliki fungsi sebagai sensoryang akan membantu kita dalam hal melihat, meraba, mendengarkan, mencium bau, mengecap rasa, berikut merupakan rinciannya;

1) Panca indra penglihatan, berfungsi untuk mengkonversi suatu cahaya yang ditangkap oleh mata lalu diproses, kemudian ditafsirkan maknanya oleh otak.

2) Panca indra peraba berperan agar manusia bisa menyadari adanya sentuhan, tekanan, panasnya suhu di sekitar, getaran, hingga rasa sakit. Semua kemampuan panca indra sentuhan ini, "diterima" melalui reseptor (organ atau sel yang merespons cahaya, panas, atau rangsangan eksternal, dan mengirimkannya ke saraf sensorik) kulit, yang masing-masing memiliki kemampuannya sendiri.

3) Panca indra pendengaran merupakan tugas dari organ telinga, suatu getaran suara mulanya masuk ke dalam telinga bagian luar, kemudian gelombang getaran tersebut mencapai gendang telinga dan diteruskan kembali Getaran itu mencapai ke telinga bagian tengah. Disini, ketiga tulang kecil (malleus, incus, dan stapes), juga ikut bergetar, sampai nantinya getaran tersebut diterima oleh reseptor pendengaran untuk kemudian diteruskan ke otak untuk dimaknai disana.

4) Panca indra penciuman merupakan fungsi dari organ hidung Indra penciuman manusia akan bekerja dengan olfactory cleft, yang ditemukan di atap rongga hidung, pada sebelah bagian otak yang berfungsi sebagai “pencium”. Ujung saraf pada celah penciuman ini akan mengirimkan bau ke otak.

5) Panca indra pengecapmerupakan fungsi dari organ lidah yang akan mengenali segala bentuk rasa dari sebuah makanan atau minuman ataupun hal lain yang memiliki rasa tertentu. Berkat indra pengecap lidah, Anda bisa merasakan asam, manis, asin, pahit, dan gurih. Sel perasa di bagian depan, belakang lidah, serta mulit bagian belakang dan atas, mendeteksi kelima rasa tersebut. Sel reseptor ini terikat dengan molekul makanan dan minuman yang Anda konsumsi, dan akan mengirimkan sinyal ke otak.


5. Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan berbasis teks atau berbasis genre untuk mata pelajaran bahasa Indonesia. Pendekatan berbasis teks ini sejalan dengan prinsip pembelajaran dalam Kurikulum 2013 yang menekankan pendekatan ilmiah (scientific approach). Berikanlah komentar Saudara terhadap pernyataan tersebut!

Menanggapi pernyataan diatas tentunya kita semua tau bahwa pembelajaran dengan merujuk pada kurikulum 2013 berpusat pada peserta didik sementara guru sebagai pengarah  atau pembimbing maupun pemantik padasetiap kegiatan pembelajaran,dengan demikian peserta didik secara bersama atau mandiri diharapkan dan diupayakan mencapai tujuan atau fokus di setiap tahap pembelajaran.

Pendekatan ilmiah (scientific approach) yang ada di kurikulum 2013 terdiri atas 5 tahap atau fase yakni; mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan membentuk jejaring.

Pendekatan berbasis teks dan kurikulum 2013 dikatakan sejalan karena sebagaimana yang diungkapkan oleh Feez (1998: 28) yang merinci  kegiatan  pembelajaran berbasis  teks dalam  siklus yang  terjadi  dari  lima  tahap, yakni (1)membangun konteks, (2) memberikan model dan dekonstruksi teks, (3) membentuk teks bersama, (4) membuatteks secara  mandiri,dan (5) menautkan  teks  yang terkait.

Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat suatu kemiripan tahapan antara pembelajaran berbasis teks yang diungkapkan oleh Feez dengan kurikulum 2013 yang menekankan scientific approach.

Related Posts
Naufal Al Rafsanjani
Sekedar mahasiswa yang punya impian sempurna, menginterpretasi kejadian nyata ke dalam tulisan yang bermakna.

Related Posts

Posting Komentar