UYmJLCizCo2ZTQJP06dFQPoA3AYXIznXlgFMCQ7t

Inilah Landasan Perencanaan Pendidikan di Indonesia

Kita semua tau dan paham, bahwasaannya pendidikan merupakan modal utama dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia yang lebih berkualitas, juga jika kalian tau tagline website tweetilmu, bahwasannya ilmu adalah cahaya dalam hati, lalu jika kita sedikit berfilsafat tentang landasan perencanaan pendidikan, sebetulnya, mau diarahkan kemana sih pendidikan yang diterapkan di Indonesia itu, bukan kalian yang ingin tau lebih lanjut, berikut ulasannya.
Landasan Perencanaan Pendidikan

A. Pengertian Perencanaan


Roger A. Kaufman

Mengemukakan bahwa: “perencanaan adalah proyeksi (perkiraan) tentang hal-hal yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan yang absah dan bernilai. Perencanaan juga sering disebut sebagai jembatan yang menghubungkan kesenjangan atau jurang antara keadaan masa kini dengan keadaan yang diharapkan terjadi pada masa yang akan datang.”(Harjanto 1997 :2)

Muhammad Afandi

mengutip dari berbagai pendapat ahli tentang perencanaan, menguraikan bahwa perencanaan berkaitan dengan penentuan segala sesuatu yang akan dilakukan. Perencanaan mendahului pelaksana’an suatu kegiatan , mengingat perencanaan merupakan proses untuk menentukan tujuan dan mengidentifikasikan persyaratan yang diperlukan dengan cara yang paling efektif dan efisien.

6 Pokok Pikiran Dalam Menentukan Suatu Perencanaan

1. Perencanaan melibatkan proses penetapan keadaan masa depan yang diinginkan.
2. Keadaan masa depan yang diinginkan kemudian dibandingkan dengan keadaan sekarang, sehingga dapat dilihat kesenjangannya;
3. Untuk menutup kesenjangan itu perlu dilakukan usaha-usaha;
4. Usaha yang dapat dilakukan untuk menutup kesenjangan dapat beragam dan merupakan alternatif yang mungkin ditempuh;
5. Pemilihan alternatif yang paling baik, dalam arti yang mempunyai efektivitas dan efisiensi yang paling tinggi perlu dilakukan;
6. Alternatif yang dipilih harus diperinci sehingga menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan apabila akan dilaksanakan.

B. Perencanaan Pendidikan

Guruge (1972)

Dikutip Abin menjelaskan tentang peerencana’an pendidikan dengan proses mepersiapkan kegiatan pada masa depan dalam bidang pembangunan pendidikan sebagai tugas dari perencana’an pendidikan.

Albert waterston

Investasi pendidikan yang didasarkan atas pertimbangan ekonomi dan biaya serta keuntungan sosial. (Don Adam, 1975).

Y Dror

Mendefinisikan perencana’an pendidikan sebagai proses persiapan serangkaian keputusan pada masa depan untuk pembangunan ekonomi dan sosial secara menyeluruh dari suatu negara. Jadi secara konsepsional, perencana’an pendidikan itu ditentuka oleh cara,  sifa,t dan proses pengambilan keputusan, sehingga banyak komponen yang ikut berproses didalamnya. ( Don Adami, 1078 ).

Unsur Perencanaan Pendidikan

Ada beberapa unsur penting yang terkandung dalam perencanaan  pendididkan, sebagaimana diuraikan Udin dan Abin berikut ini :

1. Penggunaan analisis yang bersifat rasional dan sistematik dalam perencanaan pendidikan. Hal ini menyangkut metologi dalam  perencanaan.
2. Proses pembangunan dan pengembangan pendidikan artinya perencanaan pendidikan itu dilakukan dalam rangka reformasi pendididkan, yaitu proses dari status sekarang menuju status perkembangan pendidikan yang dicita-citakan.
3. Prinsip efektivitas dan efisiensi artinya dalam perencanaan pendidikan, pemikiran pemikiran secara ekonomis sangat menonjol, misalnya dalam penggalian sumber-sumber pembiayaan pendidikan, alokasi biaya.
4. Kebutuhan dan tujuan peserta didik dan masyarakat (lokal, regional, nasional, dan internasional artinya perencanaan pendidikan mencakup aspek internal dan eksternal dari keorganisasian sistem pendidikan itu sendiri.
5. Tujuan pembangunan nasional bangsa yang akan mengambil keputusan dalam rangka kebijaksanaan nasional dalam bidang pendidikan.
6. Masalah strategi termasuk penanganan policy (kebijakan) secara operasional yang akan mewarnai proses pelaksanaan dari perencanaan pendidikan.

Ciri Perencanaan Penddikan

A. Perencanaan pendidikan merupakan proses inteletual yang berkesinambungan dalam menganalisis, merumuskan dan menimbang serta memutuskan dengan keputusan yang mempunyai konsisten.
B. Perencanaan pendidikan selalu memerhatikan masalah, kebutuhan, situasi, tujuan, keadaan perekonomian, keperluan penyediaan dan pengembangan tenaga kerja.
C. Tujuan perencanaan pendidikan adalah menyusun kebijaksanaan dan menggariskan strategi pendidikan yang sesuai dengan kebijakan pemerintah.
D. Perencanaa pendidikan sebagai perintis atau pelopor.
E. Perencaan pendidikan selalu memerhatiakan dan menganalisis faktor ekologi (lingkungan).
F. Perencanaan pendidikan harus diorientasi pada pembangunan.
G. Perencanaan pendidikan harus dikembangkan dengan memerhatikan keterkaitannya dengan berbagai komponen pendidikan secara sistematis.
H. Perencanaan pendidikan harus menggunakan resources secermat mungkin.
I. Perencaan pendidikan harus berorientasi pada masa datang karena pendidikan adalah proses jangka panjang dan jauh untuk mengahadapi masa depan.
J. Perencanaan pendidikan haruslah kenyal dan responsif terhadap kebutuhan yang berkembang di masyarakat.
K. Perencanaan pendidikan harus merupakan sarana untuk mengembangkan inovasi pendidikan hingga pembaruan terus-menerus berlangsung.

Prinsip Internal Perencanaan Pendidikan

1) Perencanaan itu interdisipliner karena pendidikan juga interdisipliner, terutama dalam kaitannya dalam pembangunan manusia.
2) Perencanaan itu fleksibel, dalam arti tidak kaku, tetapi dinamis responsif terhadap tuntunan masyarakat terhadap pendidikan.
3) Perencanaan itu objektif rasional. Dalam artian perencanaan itu untuk kepentingan umum.
4) Perencanaana itu tidak dimulai dari nol, tetapi dari apa yang dimiliki.
5) Perencanaan itu wahana untuk menghimpun kekuatan secara terkoordinasi.
6) Perencanaan itu disusun dengan dengan data.
7) Perencanaan itu mengendalikan kekuatan sendiri dan tidak bersandar pada kekuatan pada orang lain.
8) Perencanaan itu komprehensif dan ilmiah.

Ruang Lingkup Perencanaan Pendidikan

Secara garis besar, dilihat dari tinjauan tataran dan cakupannya, perencanaan pendidikan bersifat nasional atau makro, daerah atau regional, lokal dan kelembagaan atau institusional, bahkan operasional.

Perencanaan pendidikan pada tingkat nasional mencakup seluruh usaha pendidikan untuk mencerdaskan atau membangun bangsa. Perencanaan pendidikan regional adalah perencanaan pada tingkat daerah provinsi dan/ atau kota kabupaten/ kota yang mencakup seluruh jenis dan jenjang untuk daerah atau provinsi itu.

Ditinjau dari sisi metologi, perencanaan pendidikan itu dapat disebut rational atau sistematic planing karena perencanaaan ini menggunakan prinsip dan teknik berfikir sistematis dan rasional ilmiah. Oleh karena itu, apapun bentuknya perencanaan, perencanaan pendidikan menggunakan serangkaian proses atau langkah perencanaan.

Bintoro Tjokroamidjojo (1980:57) mengemukakan tahap-tahap dalam proses perencanaan termasuk dalam perencanaan pendidikan dalam pembangunan sebagai berikut:

1. Penyusunan rencana terdiri atas unsur-unsur:
2. Penyusunan program rencana
3. Pelaksanaan rencana
4. Pengawasan atas pelaksanaan atas pelaksanaan rencana
5. Evaluasi

Daftar Pustaka
Basri, Hasan.2013.Landasan Pendidikan.Bandung.Pustaka Setia

Related Posts
Naufal Al Rafsanjani
Sekedar mahasiswa yang punya impian sempurna, menginterpretasi kejadian nyata ke dalam tulisan yang bermakna.

Related Posts

Posting Komentar