Puisi Tentang Upaya Mempertahankan Bahasa Indonesia, Beserta Analisisnya

ini adalah puisi yang sederhana, dibuat dalam meramaikan ajang gerakan cinta bahasa untirta

Kali ini saya akan membagikan sebuah puisi, yang belum lama ini saya buat khusus untuk mengikuti kegiatan Gerakan Cinta Bahasa, yang dilaksanakan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Puisi ini bertemakan "Upaya Mempertahankan Bahasa" dengan judul Bahasa Indonesia

Puisi Tentang Upaya Mempertahankan Bahasa Indonesia, Beserta Analisisnya

Bahasa Indonesia

Karya Naufal Al Rafsanjani (25 Oktober 2019)

Bahasa Indonesia ?? Ya Bahasa Indonesia, salah satu hal yang menjadi jati diri bangsa.
Banyak dari kita yang tak menduga, ada upaya untuk menyengsarakannya.
Dengan mencampurkannya dengan Bahasa diluar sana…

Apakah itu yang dinamakan cinta ??
Seharusnya kita bersyukur punya Bahasa Indonesia, sebagai Bahasa pemersatu bangsa.
Bayangkan jika tidak ada, mungkin negeri ini Nampak seperti dijajah.

Ini bukan soal gobalisasi, tapi sebuah gerakan hati nurani.
Merong-rong demi moderenisasi, tapi lupa Bahasa sendiri.
Kita sebagai kaum muda seharusnya punya rencana.
Rencana untuk menjaga dan melestarikannya.

Analisis Puisi Melalui Pendekatan Mimetik

Pendekatan mimetik merupakan pendekatan karya sastra melalui keterkaitannya dengan realita atau kenyataan, dalam hal ini saya akan uraikan maksud dari puisi diatas.

Tentunya kita semua tau, bahwasannya Bahasa Indonesia merupakan bagian dari jati diri bangsa, dan Bahasa Indonesia pun menjadi Bahasa pemersatu bangsa, mungkin tanpa adanya Bahasa Indonesia, Bangsa Indonesia mudah terpecah belah.

Hadirnya pengaruh Globalisasi ternyata berpengaruh terhadap kelangsungan pemakaian Bahasa Indonesia yang baik dan benar, bisa kita lihat saat ini banyak sekali artis-artis yang mencampurkan Bahasa Asing dengan Bahasa Indonesia.

Tentu saja hal itu merupakan contoh buruk penggunaan Bahasa Indonesia mereka banyak yang mengatasnamakan moderenisasi, dan semata mata belajar Bahasa Asing demi memperkaya pengetahuan mereka terhadap Bahasa diluar sana., namun salah penempatannya.

Dan perlu ditekankan sekali lagi, bahwasannya, setiap orang berhak mempelajari dan menggunakan Bahasa asing, namun dalam konteks yang benar, jadi ketika kita sedang berbicara, maupun menulis menggunakan Bahasa Indonesia, tidak sepatutnya kita mencampurkannya dengan Bahasa Asing.

Contoh :
Contoh Penggunaan Bahasa Indonesia yang Buruk

Karena percaya atau tidak, lama kelamaan, Bahasa-Bahasa tersebut akan kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan tentu saja akan merusak citra Bahasa Indonesia itu sendiri, jika sudah begini, sudah dapat dipastikan, bahwa ini merupakan awal dari kemunduran eksistensi Bahasa Indonesia di negeri sendiri. Dan tentu kita gagal dalam upaya mempertahankan Bahasa Indonesia.

Mungkin cukup sekian Analisis Puisi yang bisa saya utarakan, semoga bermanfaat bagi Tweeters sekalian, bila ada hal yang ingin ditanyakan, mari kita diskusikan Bersama di kolom komentar, ataupun kalian bisa menghubungi kontak penulis di halaman yang sudah disediakan. Terima Kasih

Hidup adalah untaian makna dari kata yang ditulis semesta

Posting Komentar

Mari kita diskusikan bersama...
Gunakanlah kata-kata yang sopan, dengan tidak menggunakan unsur-unsur kekerasan, sara, dan menyudutkan seseorang. Terima Kasih
© Tweet Ilmu. All rights reserved. Edited by Tweet Ilmu