Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

[Review Buku] Misteri Patung Garam

Tweet Ilmu - Halo sobat tweeters, dimanapun kalian berada semoga tetap dalam kondisi yang prima di tengah pandemi yang masih menghantui Bumi Pertiwi. Pada kesempatan kali ini saya akan kembali mereview buku yang baru saja saya baca.

Review Buku Misteri Patung Garam

Seperti sebelum-sebelumnya buku yang saya review sebenarnya bukanlah buku yang baru saja terbit, meski begitu tetap memiliki daya tarik untuk dibaca.

Misteri Patung Garam, mungkin teman-teman menerka-nerka dari judulnya, terkait genre buku ini.

Buku ini mengisahkan seorang Inspektur Polisi bernama Kiri Lamiri, dalam perjalanannya mengungkap kasus pembunuhan yang didalangi oleh seorang psikopat.

Wah mendengar kata psikopat saja sudah ngeri bukan?


Sinopsis Misteri Patung Garam

Seorang Pianis ditemukan mati, terduduk di depan pianonya, dengan bibir terjahit. Bola matanya dirusak, meninggalkan lubang hitam mengerikan. Rambut palsu merah panjang menutupi kepalanya. Dan otak piansi malang ini telah dikeluarkan, bersama organ-organ tubuhnya yang lain.

Kulitnya memucat seperti garam. Tidak, tidak seperti garam, seluruh tubuh sang Pianis dilimuri adonan garam.

Kiri Lamiri penyidik kasus ini, dihantui lubang mata hitam sang pianis, yang seakan meminta pertolongan dan bertanya, kenapa aku mati?

Mata yang mengingatkan Kiri Lamiri akan mata ibunya, yang ia temukan tak bernyawa puluhan tahun lalu.

Garam...kenapa garam?

Kiri Lamiri belum menemukan jawabannya, sementara mayat tanpa organ yang dilimuri mayat telah ditemukan kembali... Dia sangat sadis dan dia masih berkeliaran.

***

Review

Wah dari sinopsis buku ini saja kita sudah disuguhkan aroma ketegangan bukan? Ruwi Meita sang Penulis benar-benar menciptakan alur cerita yang penuh misteri dan menegangkan. Saya pribadi membutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk membaca tuntas buku ini.

Ketika kita membaca buku tersebut, pembaca seolah dipaksa untuk menduga-duga, siapa kira-kira pelaku yang begitu tega melakukan hal keji seperti itu dan apa sebenarnya yang menjadi motif pelaku.

Ruwi Meita juga cerdik dalam menghadirkan beberapa masalah lain yang mengelilingi sang tokoh utama. Yaa apalagi kalau bukan soal cinta? Akan tetapi cinta seperti apa yang hadir dalam kisah tragis ini?

Oh iya, jika biasanya kita menikmati serial penyelidikan layaknya detektif menggunakan latar luar negeri, berbeda dengan buku yang satu ini, Ruwi Meita sang penulis justru menggunakan latar Indonesia, tepatnya beberapa kota di Jawa Timur dan juga Jawa Tengah.

Setiap kalimat yang tertulis dalam buku ini juga seakan memberikan gambaran nyata kejadian yang sesungguhnya, sehingga imajinasi para pembaca akan dimainkan dalam buku ini.


Penilaian

Wah pokoknya buku ini keren banget deh, jika saya boleh nilai, saya kira buku ini layak diberi nilai 8,12/10. Berikut merupakan kelebihan dan kekurangan buku ini.

Cover. : 8
Story : 9
Moral Value : 8
Bahasa : 7,5
Rating. : 8,12


Kelebihan Buku Misteri Patung Garam

  1. Setiap kalimat yang dimuat dalam buku ini seolah menghidupkan ruang imaji.
  2. Alur cerita tidak mudah ditebak
  3. Beberapa kali menggunakan Bahasa Daerah, hal ini penting sebagai upaya pelestarian Bahasa.

Kekurangan Buku Misteri Patung Garam

  1. Akhir yang menggantung, yang justru membuat penasaran pembaca

Demikian review buku kali ini, semoga bisa bermanfaat dan menarik minat kalian untuk membaca buku Misteri Patung Garam. Buat sobat tweeters yang mau membaca dan membeli buku ini, silakan untuk membelinya melalui toko buku online kesayangan anda.

Naufal Al Rafsanjani
Naufal Al Rafsanjani Hidup adalah untaian makna dari kata yang ditulis semesta

Posting Komentar untuk "[Review Buku] Misteri Patung Garam"